Skip to content

Suka cita yang menyedihkan di hari raya

8 September 2010

Hari raya idhul fitri atau yang saat ini lebih nge-tren disebut dengan kata lebaran, sebenarnya bukanlah hari yang saya nantikan atau saya dambakan, bahkan lebaran tersebut sebenarnya adalah hari yang sangat menyedihkan bagi saya. Bayangkan saja, bulan ramadhan bulan yang penuh berkah harus segera pergi dari kita setelah lebaran itu tiba. Dan mau tidak mau hal itu pasti terjadi dan harus dilalui dengan suka cita. Suka cita karena kita telah menang dalam perang menahan hawa nafsu selama sebulan (menurut kita), suka cita karena kembalinya kita seperti bayi lagi sesuai janji Allah (mungkin. Red: mungkin kita memang kembali seperti bayi, tetapi mungkin kita malah banyak dosa karena menyia-nyiakan ramadhan). Suka cita karena berkumpulnya kita dengan sanak saudara, dan suka cita suka cita lainnya yang sebenarnya tidak sebanding dengan kita meninggalkannya bulan ramadhan yang belum tentu bisa lagi kita temukan di tahun yang akan datang.

Lebaran oh lebaran…. Bingung saya dibuatnya, disatu sisi saya benar-benar sangat sedih menyambutnya dikarenakan kesalahan saya sendiri yang tidak dengan sungguh-sungguh memanfaatkan tiga puluh hari sebelumnya. Hari yang hati ini berkata sangat menyakitkan dikarenakan harus menyambut kemenangan dengan kekalahan yang sebenarnya. Tetapi disisi lainnya saya harus dituntut untuk bersuka cita karena memang seharusnya lebaran adalah hari yang bahagia.

Kesedihan dalam suka cita menyambut lebaran, begitu mungkin yang saya menyebutnya. Dan itu semua terjadi karena kesalahan, kelalaian, kesombongan, keangkuhan dan semua hal yang sudah merugikan saya yang semua terjadi karena memang keimanan saya yang sangat menyedihkan. Kesempatan yang diberikan Allah benar-benar telah saya sia-siakan.

Haruskah saya bahagia disaat hati ini menangis? Haruskah saya berpura-pura “menang” jika sebenarnya saya “kalah” telak? Ampuni saya ya Allah, ampuni “kemunafikan” yang saya lakukan. Akankah lebaran yang sebenarnya bisa saya dapatkan? Akankah lebaran tanpa kemunafikan bisa saya rasakan? Akankah “kemenangan” yang sesungguhnya bisa saya menangkan? Pertanyaan-pertanyaan itu selalu terucap dalam benak saya, dan jawabanya adalah “jika Allah masih memberi kesempatan kepada saya pada lebaran yang akan datang insya Allah saya pasti bisa mendapatkan kemenangan itu, tentunya dengan syarat saya harus memulai apa yang harusnya saya lakukan untuk mendapatkannya. Dan itu harus dimulai dari detik ini dan seterusnya tentunya dengan campur tangan Allah karena itu semua tidak akan pernah terjadi tanpa campur tangan NYA”. Allah maha segala-galanya, DIA yang mempunyai dunia dan seisinya, dan tentunya “lebaran” yang sesungguhnyapun adalah milik DIA. Hanya dengan mendekati-NYA kita akan mendapatkan lebaran sejati itu, hanya dengan meminta pada-NYA kita bisa merasakan lebaran yang sebenarnya. Jadi tunggu apalagi?? Bukankah jika kita mendekati Allah, DIA akan lebih mendekati kita? Bukankah jika kita meminta sama Allah, DIA akan mengabulkannya? Bagi para pembaca yang merasakan hal yang sama dengan saya, mari kita sama-sama mendekatkan diri ke Allah dan meminta pada-NYA supaya kita bisa merasakan lebaran yang sebenarnya ditahun-tahun mendatang. Semoga kita tergolong orang-orang yang berfikir dan beruntung. Amin.. Ya Allah, hanya kepada-Mulah kami berdo’a, hanya kepada-Mulah kami meminta, hanya kepada-Mulah kami berserah diri.

Ampuni kami ya Rabb, ampuni kami atas kelalaian kami menyia-nyiakan waktu yang telah ENGKAU berikan, ampuni kami yang selama ini jauh dari-Mu. Tingkatkanlah iman kami yang semakin lama justru semakin menipis ya Allah. Dekatkanlah kami dengan-MU ya Rabb. Kami mohon Allah, beri kami kesempatan untuk merasakan lebaran yang sesungguhnya ditahun-tahun mendatang. Jadikanlah kami menjadi lebih baik dari hari ini dan selalu memperbaiki diri.

Tulisan ini dibuat untuk memeriahkan acara lomba blog pesona muslim

28 Komentar
  1. hmmmm……. wow ada blog kayak gini… bagus

  2. Sukses buat kontesnya ya..
    Selamat menyongsong lebaran..
    Salam..

  3. good Luck yah wat lombanya…

    smoga masih dipertemukan dengan ramadhan yang akan datang
    dan tentunya tak ada penyesalan penyesalan karna telah menyia nyiakan 3o hari yang indah.

    sekalian..

    Ied mubarok 1431 H

    • thanks…
      amin… semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik mulai detik ini. sekali lagi makasih doanya..
      maaf lahir batin

  4. Salam kenal. Kunjungan balik. Smoga tetap rajin menulis, agar banyak orang bisa menikmati potret kehidupan yang Akhiy/Ukhtiy tangkap.

  5. eee…bener juga. Wajib kita renungkan, tuh🙂

    • sip… thanks atas pembenaranya, mari kita sama-sama merenung dan memperbaiki diri agar bisa mendapatkan kemenangan sebenarnya di lebaran-lebaran mendatang.

  6. Selamat berkontes ria…
    Selamat idul fitri.,.
    Mohon maaf kalo lambat kunjungan baleknya😀

  7. Assalamu’alaikum…tulisan yang bagus untuk menggugah jiwa yang sering khilaf dan salah..ayo kita reformasi dalam memaknai idul fitri…tak lupa saya ucapkan taqobbalallahu minna wa minkum semoga amalan kita di bulan puasa diridhoi dan diterima Allah SWT..amin

    • Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
      amin ya rabbal ‘alamin… semoga Allah selalu bersama kita dan membimbing kita untuk berjalan di Jalan-NYA. amin
      terima kasih dah berkunjung. sering-sering saling berkunjung ya?

  8. Subhanallah..tulisan sahabat membuat kami sadar untuk kembali menginstrospeksi diri, syukran sudah mengingatkan (tim penilai pesona muslim)

    • terima kasih pujiannya, semoga menjadi do’a, karena keinginan dari saya adalah menulis untuk saling mengingatkan (diri sendiri dan orang lain) dan yang pastinya untuk kebaikan.

  9. SALAM KENAL, SALING MENGUNJUNGI serta SALING BERBAGI…. WAH, WEBNYA BAGUS. BISA TUKER LINK GA YAH…

    DENINDODUTACIPTA (*Arsitekture *Interior *Pertamanan)😆

    • terima kasih kunjungannya, segera link anda akan saya pasang ke gubuk saya setelah saya balas komentar anda. terima kasih untuk tukeran linknya

  10. Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya.
    Saya berkunjung balik ini.

    Taqobbalallahu minna wa minkum

  11. cantigi™ permalink

    salam juga. doanya bagus, mudah2an tiap hari dan bukan hanya buat lomba ajah… ^^

    • Terima kasih sudah mampir.. Insya Allah doa serta tulisan ini dibuat bukan semata-mata buat lomba, karena tujuan dari pembuatan blog ini adalah untuk saling mengingatkan (pada diri sendiri dan orang lain). Terima kasih sudah mengingatkan. Salam
      sering-sering saling berkunjung ya buat berbagi ilmu

  12. Kadang- kadang ego dan super ego berdebat, apakah kita benar-benar menang dihari nan fitri ini, menang melawan hawa nafsu, dsb.

    Semoga apa yg tlah kita lakukan, membawa berkah dan mendapat amal yang setimpal dari allah S.W.T . Untuk itu, mari kita rayakan kemenangan itu dengan kesederhanaan.

    Salam kenal sobat, semoga bisa merasakan kemenangan dan artikelnya juga menang dikontes PESONA ISLAM.

  13. Saya jadi tersadar….😥
    GAk boleh terlalu berlebihan dalam merayakan lebaran… hari yang hanya sehari aja… ga ada apa2nya kalo dibandingkan dengan 30 hari yang penuh berkah dan kebaikan di bulan ramadhan… 😥

  14. la tahzan… jangan bersedih yaa azka…
    sesungguhnya kesedihan itu tiada artinya…
    ambilah makna dari setiap kejadian yang ada, petiklah hikmah dari sana, dan kamu akan menemukan dimana kebahagiaan itu…..

    tersenyumlah… dan lihatlah..ketika kamu menyambut hari esok dengan labih baik, insyaAllah setap hari adalah Ramadhan di hatimu….
    teruslah berbuat baik dan beramal sholeh…sehingga dapat semakin dekat dengan Rabbmu..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: