Lanjut ke konten

Yuk Kita koreksi diri sendiri.!!!!!!!

7 September 2010

Seperti judul tulisan ini, saya ingin menghimbau kepada diri saya sendiri dan bagi yang membacanya untuk selalu koreksi diri, mari kita cari dulu kesalahan-kesalahan kita baru berlanjut ke kesalahan-kesalahan orang lain. Tapi saya yakin jika kita mau jujur dan benar-benar mau koreksi diri kita, tentunya kita akan malu untuk koreksi kesalahan-kesalahan orang lain karena gimana kita mau mengadili orang lain sedangkan diri kita sendiri aza masih jauh dari kebenaran. “munafik” begitulah kata yang tepat ditujukan untuk “manusia” (termasuk diri saya). Bisanya dan sukanya adalah mencari kesalahan-kesalahan orang lain, bisanya mengomentari apa yang dilakukan orang lain tanpa mau mencari kesalahan-kesalahn diri, bahkan kadang sudah tau salah masih tidak mau mengakui atau tidak mau tau malah.

Mudah-mudahan kata “munafik” yang terpatri untuk sebutan manusia itu bisa sedikit demi sedikit kita hilangkan dengan tidak salingnya kita mencari kesalahan sesamanya. Kalau perlu kita yang Tanya kepada orang lain dimana kesalahan kita untuk mengoreksi diri kita. Saya yakin itu belum banyak terjadi atau bahkan mungkin belum ada. Kebanyakan manusia sibuk dengan mencari kesalahan orang lain dan kemudian membuat vonis apakah orang itu baik atau tidak tanpa melihat  sisi lain orang yang dinilai. Dan selalu menganggap dirinya benar tanpa melihat sisi dirinya yang salah. Apakah itu adil? Apakah itu wajar? Sangat adil dan sangat wajar bagi yang menilai, tapi bagi yang divonis…. Hiks….hiks…. kasian sekali, kadang kalau kita sudah divonis “tidak baik”, maka kita merasa seperti tidak ada kesempatan untuk membenahi diri. Dan orang yang memvonis kita “tidak baik” juga tidak akan sedikitpun memberi kesempatan buat kita membenahi diri karena kita sudah dianggap “tidak baik”.

Sekali lagi saya himbau (termasuk kepada diri saya sendiri), mari kita temukan dulu kesalahan-kesalahan kita sebelum mencari kesalahan orang lain, mari kita vonis dan kita nilai dulu gimana diri kita sebelum kita menilai dan menvonis orang lain…. Mari kita bersibuk ria mencari dan memperbaiki kesalahan kita dan saya yakin seyakin-yakinnya jika kita bersibuk ria mencari dan memperbaiki kesalahan kita, maka sampai kapanpun kita tidak akan disibukkan dengan kesalahan orang lain karena kita tidak akan pernah selesai mencari dan memperbaiki kesalahan kita.

Ya Allah jadikan kami manusia yang bisa keluar dari belenggu “kemunafikan”.  Bimbing kami untuk tidak mengoreksi orang lain sebelum diri ini terkoreksi ya Rabb. Jadikan kami manusia yang jujur dan tidak pernah membohongi diri sendiri apalagi orang lain. kepadaMulah kami berserah ya Allah, kepadaMulah kami bermohon karena tanpa kehendakMu kami tidak bisa berbuat apa-apa.

About these ads
21 Komentar
  1. Terima kasih atas himbauannya….

    Sekedar ingin menyampaikan salam kenal dari komunitas keluarga miskin.
    Semoga sudi mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih

  2. Betul dan harus dilakukan menjelang tidur malam… lebih baik setelah shollat tahajud.

    intropeksi diri sebagai analisa menuju ke masa depan.
    salam superhangat

  3. اسوب سوبرييادي permalink

    Saya jadi ingat salah satu renungan dari renungan yang ada dalam shahifah Ibrahim Alaihissalam,

    “Seorang yang berakal lagi masih bisa berpikir dengan normal (tidak dalam  keadaan gila dan sudah mukallaf), ia harus memiliki empat waktu, yaitu (pertama) waktu untuk bermunajat dengan Tuhannya, (kedua) waktu untuk memikirkan (atau tafakur atas segala) ciptaan Allah Ta’ala, (ketiga) waktu untuk berbicara (atau intropeksi) dengan diri sendiri, dan (keempat) waktu untuk berduaan dengan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia”

    (sesungguhnya waktu terakhir ini menurut saya bisa membantu mengisi waktu-waktu lainnya, jadi dalam kondisi berduan itulah kita bisa sekaligus bermunajat, bertafakur, dan berintropeksi diri. Wa Allahu A’lam)

    • subhanallah… terima kasih buat penguatan ilmunya… jadi banyak ilmu baru yang saya dapat. thanks

  4. Seruju….daripada mencari kesalahan orang lain, lebih baik kita senantiasa inrospeksi diri dan terus memperbaiki diri u/ menjadi pribadi berkualitas

    • yupz… memperbaiki diri sendiri lebih sedikit resikonya dan lebih banyak manfaatnya buat orang lain.
      salam perbaikan

  5. ^_^

    muhasabah diri itu penting …
    salam 4antum …

  6. ayuukkkkk :)

  7. ada baiknya intropeksi diri. karena kita adalah manusia gudangnya salah dan khilaf. usah malu dan gengsi tuk maaf dan memaafkan baik untuk kita belum tentu yang terbaik bagi orang lain.

    salam damai selalu
    Jose

    • manusia memang tempatnya khilaf dan salah “bagi manusia yang tidak berhati-hati”. dan jika kita malu dan gengsi untuk saling maaf memaafkan… jelas itu akan merugikan diri sendir dan orang lain.
      salam

  8. semoga kita tdk termasuk golongan manusia munafik … dan semoga ampunan Tuhan selalu tercurah untuk kita semua …
    Amin …

    salam burung hantu …

  9. hayu! sambil saling mengingatkan yah :)

  10. hmmmmm….. betul banget,,

  11. kadang, kita suka repot nasehatin orang lain, nyindir orang lain…
    tapi, kita malas lihat diri kita sendiri..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: