Skip to content

Proses atau hasil (2)

6 September 2010

Alhamdulillah, pertanyaan tentang proses dan hasil akhirnya bisa juga terjawab setelah lama saya mencoba mencari jawabanya dan dibantu dengan komentar-komentar teman-teman blogger di proses atau hasil (1). Pada tulisan proses atau hasil yang pertama belum bisa memuaskan sama sekali, saya masih belum puas dengan tulisan saya, dan sekarang tulisan ini menindak lanjuti tulisan pertama. (ceile, menindaklanjutilah.hehehe). baru malam tadi saya dapat kata-kata yang bisa menjawab apakah proses atau hasil yang harus saya, kita, (manusia) kejar dan cari. Saya tetap pada pendirian saya kalau memanglah proses yang harus kita nomersatukan, proseslah yang harus kita banggakan, bukan hasil, seperti pada tulisan pertama, buat apa nilai tinggi kalau ternyata “nol puthul”. Mending nilai pas-pasan tapi otak “lumayan” betul tidak???

Buat apa juga hasil yang sempurna, hasil gemilang penuh penghargaan tapi dimata manusia, buat apa kita berbangga diri dengan hasil yang sangat sempurna tetapi dengan proses yang tidak diridhoi Allah? Tau ga, yang Allah nilai tu ternyata bukan hasil kita, tetapi proses yang kita lakukan. Allah ga pernah mau tahu tentang berapa banyak kita punya harta, tetapi Allah Cuma menilai bagaimana kita mendapatkan harta tersebut dan kemana kita mengeluarkan harta tersebut, Allah tidak pernah mau tau tentang berapa nilai kita dihadapan manusia, tetapi Allah hanya menilai gimana kita mendapatkan nilai itu. Allah tidak pernah mau tau tentang kerjaan kita, tetapi Allah Cuma menilai bagaimana kita bekerja dan bagaimana kita mendapatkan kerjaan tersbut. Sama sekali Allah tidak mau tau tentang apa yang kita hasilkan dari hidup ini, tapi Allah hanya mau tau tentang bagaimana hasil yang kita dapatkan itu kita peroleh. So???? Buat apa kita mengharapkan hasil yang sempurna jika sunatullahnya kita tinggalkan, buat apa kita mengejar hasil??? Biarlah hasil Allah yang tentukan, Biarlah hasil mengikuti proses yang kita lakukan, mari kita belajar dan berusaha selalu untuk membersihkan proses-proses yang kita lakukan dalam hidup, mari kita melakukan seperti yang Allah mau, kita tidak usah lagi memikirkan hasil yang akan kita dapatkan, yang penting mari kita melaksanakan proses yang sesuai dengan syar’i. tidak mungkin kita tetap lapar setelah kita makan, tidak mungkin kita haus setelah kita minum, tidak mungkin kita ngantuk setelah tidur dan tidak mungkin kita bisa dapatkan hal yang tidak sesuai dengan yang Allah mau jika kita ikuti sunatullah-Nya dan kita berusaha dengan cara-cara luar biasa sesuai kemampuan kita untuk mencapai ridho Allah. Biarlah hasil mengikuti, yang penting proses kita lakukan sebaik mungkin.

Jika kita selalu memikirkan hasil tanpa peduli prosesnya, misalkan yang penting kita dapat kerja walaupun caranya dengan “nembak” maka seumur hidup kita akan sangat merugi. Karena Allah tidak akan ridho dengan proses yang kita lakukan bukankah itu sama saja membunuh diri kita sendiri? Bukankah hidup yang sebenarnya adalah hidup setelah mati???

Proses yang diridhoi Allah yang harus kita kejar dan kita cari baik yang instan maupun yang lambat. Dan jika ingin proses instan tetapi tetap dalam ridho Allah cara yang tepat dilakukan adalah “ajak Allah” dalam setiap proses yang kita lakukan.

Terima kasih sekali lagi saya ucapkan buat teman-teman yang sudah mau menyumbangkan ilmunya untuk ikut ditulis pada postingan kali ini

Rabb beri petunjuk pada hamba untuk selalu sholat dan sabar, tawakal dan istiqamah dalam semua proses hidup yang saya jalani. Jadikan hidup setelah mati hamba dalam golongan orang-orang yang beriman. Jadikan sabar dan syukur pada hamba dalam menyikapi hasil yang Engkau berikan. Amin

From → curahan hati

13 Komentar
  1. Yang Allah lihat adalah proses.🙂

    • sip.. benar sekali
      yang Allah liat adalah prosesnya. terimakasih sudah berkunjung
      sering-sering ya?

  2. Masya Allah, ternyata ini dia kata kuncinya: “Proses yang diridhoi Allah yang harus kita kejar dan kita cari baik yang instan maupun yang lambat.”. Allah berfirman; “Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu.” (9;105). Namun ingat rambunya “Proses yang diridhai Allah”; ikhlas n tidak menyalahi aturan Allah dan rasul-Nya. Jika proses ini telah dijalankan, maka itulah amalan yg berkualitas n akan mengantar kita berjumpa dengan Allah kelak di kampung akhirat. Allah berfirman; “Dialah Allah yang telah menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik (berkualitas) amalnya.” (67;2). Allah berfirman; “Barangsiapa menghendaki perjumpaan dg Allah, maka hendaklah ia beramal shaleh (tdk menyalahi aturan agama) n jgnlah ia mempersekutukan Allah (harus ikhlas) dalam beribadah kpd Rabb-nya.”. Wassalam n trims atas kata kunci serta pencerahannya.

    • terima kasih atas ilmunya… firman Allah yang anda tambahkan benar-benar bisa memperkuat tulisan ini. sekali lagi terima kasih

  3. Proses yang diridhoi Allah …
    berarti prosesnya harus sesuai dengan kitab dan rosul kan? tapi sekarang buanyaaaaaaaaak yang ngak sesuai …. HATI-HATI
    ikut senang da temukan solusinya …..

    • HATI-HATI itulah kunci dari kesuksesan, rayuan syetan dan bujukan syetan akan selalu menyertai kita. HATI-HATI untuk tidak terjerumus. thanks.

  4. Sekedar ingin mengucapkan salam kenal dari komunitas keluarga miskin.
    Semoga sudi mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih

  5. sangpenjelajahmalam permalink

    HEm, nice blog. Salam kenal, thanks udah singgah ke blogku…

    • makasih pujiannya, semoga jadi doa bener-bener menjadi nice blog. amin.
      salam kenal juga. makasih juga sudah mampir. tukeran link yuk??

  6. hmmmm….. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: