Skip to content

Proses atau hasil (1)

5 September 2010

Sebenarnya yang dicari manusia dalam hidup ini proses atau hasil sich? Banyak orang berbondong-bondong menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, padahal kadang seperti tidak bisa dibanggakan sama sekali, walaupun kelihatanya berhasil, tetapi sedikitpun tidak punya rasa bangga dengan apa yang didapatkannya, proses yang instan, sekarang lagi digemari kebanyakan manusia yang ada. Mereka sama sekali tidak mementingkan bagaimana “itu” terjadi, tetapi yang dipikirkan adalah hasilnya harus sesuai dengan keinginan mereka. Saya kadang juga bingung dengan kata “proses” dan “hasil”. Saya banyak melihat dan merasakan, ketika orang berusaha menjalankan sunatullah (proses yang sesuai jalur) yang ada tanpa harus mencari jalan “instan”, kebanyakan orang-orang itu justru akan mengalami banyak sekali hambatan, dan malah seperti jalan ditempat dan akhirnya hasilnya sangat tidak memuaskan, beda dengan orang-orang yang mengambil jalan “cepat”, biasanya halangan dan rintangan serta resiko yang dihadapinya justru menjauh dan hasilnya tentu seperti apa yang diharapkan. So???? Bukankah jika ingin hasil yang memuaskan kita harus melalui proses yang luar biasa dulu? Bukankah jika prosesnya sudah sesuai hasil pasti akan sangat memuaskan? Tapi kenapa justru sebaliknya? Justru banyak orang putus asa karena proses yang benar… dimana letak kesalahannya? Kenapa justru yang mengambil jalan “instan” yang berhasil? Bukankah itu suatu keanehan?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, tentunya sangatlah tidak mudah, tetapi sebenarnya semua akan terjawab dengan sendirinya jika kita ikuti sunatullah yang ada. Dan saya sendiri, yang dari dulu lebih mementingkan proses pun kadang hampir putus asa,tetapi setelah saya mau berfikir dan menelaah serta mempelajari setiap kejadian yang terjadi pada diri saya, saya akhirnya benar-benar tau dan sangat yakin, jika proses yang sesuai jalur, akan lebih menghasilkan “hasil” yang sangat memuaskan, akan sangat jauh berbeda dengan proses yang “instan”. Memang sich, kdang semua tidak seperti yang kita harapkan, tetapi, Allah maha tahu dengan apa yang kita butuhkan. Yang menurut kita sangat baik, justru kadang itu sangat tidak baik buat kita. Begitu juga sebaliknya.

Jika kita ingin menelaah beberapa contoh berikut, mungkin akan sedikit paham apa yang sebenarnya kita cari. “kita lebih baik bisa tetapi punya nilai rendah, atau lebih baik nilai tinggi tetapi tidak bisa?”, “lebih memuaskan mana karya yang kita buat sendiri dengan karya orang lain yang kita beli (menurut kita)”, “lebih pilih mana lulus dengan nilai “A” tetapi tidak mempunyai SDM yang sesuai, atau lulus dengan nilai “B” tetapi mempunyai SDM lebih dari sesuai (bahkan melebihi nilai A)?” “lebih bangga mana kaya dengan menjual tanah warisan, atau kaya dengan bekerja sendiri?” “lebih pilih mana, kerja sebagai petani tetapi berkah, atau sebagai PNS tetapi hasil “suap”?

Saya akan melanjutkan ini setelah saya punya pikiran yang pas untuk menjelaskan tentang proses atau hasil, saya rasa tulisan saya di atas belum bisa dijadikan acuan ataupun referensi untuk mengerti. Saya juga masih bingung menuliskan apa yang ada dipikiran saya, bolak balik saya baca tulisn ini, tidak bisa juga menjabarkannya. Yang pasti cari dan jalankan dulu proses yang ada, biarlah hasil yang mengikutinya, berhasil atau tidaknya, yang penting adalah prosesnya…

From → renungan

25 Komentar
  1. kalo bang iwan bilang “keinginan adalah sumber penderitaan, tempatnya di dalam fikiran” dan “tujuan bukan utama yang utama adalah prosesnya”. di balik semua laku manusia lebih menilai kepada hasil akan tetapi sebenarnya di balik hasil itu sendiri hanya sedikit terdapat arti. arti yang sebenarnya ya di dalam proses itu sendiri.
    kalo dalam siroh nabawain di terangkan bahwa Nabi berdakwah di makkah selama 13 tahun dan hanya memiliki sedikit pengikut, itu proses. sedang hasilnya waktu hijrah ke madinah.
    (ini menurut saya, salam kenal)

    • sip… setuju sekali… insya Allah ntar diposting proses atau hasil bag.2 untuk mempertajam tulisan ini. terima kasih masukannya
      salam kenal balik. sering-sering berkunjung ya?? tukeran link yuk??

  2. Hmmm…..bukankah setiap hasil selalu harus melalui proses? saya yakin, tidak ada satu hasilpun tanpa melalui proses, tidak ada itu istilah instan, yang ada adalah menyiasati proses. Masalahnya adalah secerdik apa kita menyiasati proses itu sendiri.
    Kalau kita bisa taubat detik ini, kenapa harus melalui “proses” rumit lainnya lagi, misalnya, nunggu sampai benar” bisa Sholat sempurna. Mending taubat sekarang, meskipun Shalat masih bisanya cuma baca Alfatihah.
    Salam

    • yupz benar sekali,setiap hasil pasti melalui proses, dan memang sangat benar semua tergantung bagaimana kita mensiasati proses tu sendiri, terus gimana dengan pensiasatan proses yang tidak benar? yang maunya “cepat saji” tanpa melihat norma-norma yang ada?
      saya sangat setuju mending kita langsung taubat tanpa harus bisa dulu sholat yang sempurna (dan itu juga dinamakan proses pertaubatan). tapi apakah kita harus puas dengan gitu aza?? apakah tidak lebih baik jika kita langsung sholat sembari belajar untuk kesempurnaan ibadah tersebut? daripada menunggu bisa dulu? itu sama-sama proses.
      terimakasih masukan dan ilmunya….

  3. kunjungan pertamaxxxxx… jangan lupa kunjungan baliknya…,

  4. Wah iya, ternyata sama dengan di blog saya ini: http://adichal.wordpress.com/
    Di postingan ini: http://adichal.wordpress.com/2010/09/05/hasil-akhir-bukanlah-segalanya/

    Hehe, numpang promosi blog ya Mas, maklum newbi..

  5. Wah iya, ternyata hampir sama dengan di blog saya ini: http://adichal.wordpress.com/
    Di postingan ini: http://adichal.wordpress.com/2010/09/05/hasil-akhir-bukanlah-segalanya/

    Hehe, numpang promosi blog ya Mas, maklum newbi..

  6. waduh, baru pertama berkunjung langsung ketemu yg berat gini…

    Instant juga merupakan proses, meskipun lebih singkat. Mengapa instant selalu berkonotasi negatif ? Padahal hasil yg diberikan Allah kepada kita bisa saja berasal dari proses lambat atau pun cepat. Jika saya bisa menemukan cara yang lebih cepat (yg baik lho !) untuk mencapai suatu hasil, saya tidak akan menyiksa diri berlama-lama sekedar utk menikmati prosesnya.
    Teknologi yg terus berkembang, sistem informasi yg semakin canggih, manusia yg semakin pintar, membuat banyak proses bisa semakin instant. Tanpa harus melanggar sunatullah. Untuk itulah manusia diberi akal kan ? CMIIW

    Semoga bisa memperkaya tulisan anda berikutnya

    • betul juga ya? instan tidak selalu negatif, dan kalau bisa instan kenapa harus lambat dan rumit? saya sangat setuju selama tidak melanggar norma-norma agama. tetapi bagaimana dengan cara-cara instan yang seperti contoh diatas mas?? kadang perkembangan teknologipun banyak digunakan untuk hal-hal instan yang negatif, (kita yang salah menggunakan akal atau karena terlalu hebatnya akal?
      terima kasih ilmu barunya…
      sering-sering kasih kritik dan saran ya??

  7. abujola permalink

    Hasil berbanding lurus dengan proses. Olehnya kita diperintahkan untuk mohon ditunjuki jalan yang lurus; dan itu adalah proses. Ditempat lain kita diperintahkan memohon untuk diberi kebaikan dunia dan akhirat; dan itu adalah hasil. Wassalam & Semoga Allah menuntun kita untuk melakoni proses yang benar hingga pada akhirnya kita menuai hasil yang baik.

    • hasil memang tidak bisa dipisahkan dari proses. siapa menanam, maka dia akan panen. terima kasih tambahan ilmnya.
      sering-sering beri tambahan ya…

  8. postingan ini begitu menyentuh, apalagi hidup itu proses bukan di dapat secara instan, untuk lomba blog silhkan sahabat lihat link berikut http://degoblog.wordpress.com/2010/09/04/patah-kaki-satukan-hati/

    ingat … pada akhir tulisan jangan lupa menuliskan postingannya ke kami…selamat idul fitri sahabat

    • insya Allah akan dibuat tulisan untuk ikut lomba. ini masih dalam proses pemikiran, belum menemukan tema yang tepat dari kejadian-kejadian yang saya alami. mudah-mudahan Allah memberikan ide untuk penyelesaian tulisan tersebut.
      (masih belum tahu cara ikut lombanya. maaf anak baru)

  9. tunggudulu permalink

    qt harus memikirkan setelah apa yang kita hasilkan….? kadang disini perbedaanya.. kalo hasilnya memuaskan tapi dengan cara yang kurang baik itu hasil sementara buat yang ini saja kesenangan disini saja.. nah coba kalo hasil diikuti dengan proses yang panjang serta pengalaman yang panjang meskipun dalam waktu yang panjang tapi itu akan lebih bermanfaat dan kuat sekali meskipun hasil untuk sementara kecil dan tidak memuaskan namun kedepannya insya allah pasti memuaskan dan dapat hasil banyak serta abadi menjadi amal.
    salah satu contoh untuk membedakan hasil dan proses…
    salah satu perusahaan dengan modal pinjaman yang banyak akan cepat menghasilkan suatu keuntungan yang bagus namun dikala kondisi ekonomi sulit tidak terbayangkan investor meminta dana dengan cepat sehingga langsung kalap perusahaan tersebut.
    belajar dari pengalaman itu yang lebih penting dari pada mengejar – ngejar hasil…alias saya lebih mengutamakan proses dari pada hasil. tukeran link ?

    • segala sesuatu yang kita dapatkan dengan susah payah akan sulit sekali kita lepaskan. semakin sulit prosesya, mungkin akan semakin bangga dengan hasilnya. makasih tambahannya.
      boleh tukeran link. mohon izinnya saya taruh link anda dirumah saya.

  10. Saya juga baru pertama main, udah disuguhi tema berat gini.

    Jadi kesimpulannya proses kan?

    • kesimpulanya ntar dituangkan dalam proses atau hasil (2) insya Allah diposting untuk edisi 6 September. ni masih merangkum masukan-masukan dari teman-teman yang memberi masukan dan ilmu.
      makasih kunjungannya, datang lagi ya??

  11. Imron permalink

    aku sih maunya akhirnya…abis prosesnya kelamaan…hehehehhehe

  12. اسوب سوبرييادي permalink

    sebagaimana hidup adalah perjalanan bukan tujuan…
    maka yang Allah lihat adalah proses….apakah benar, karena kita dapati….ternyata orang yang berilmu dan rajin ibadah, ternyata pada akhirnya mendapatkan su’ul khotimah….tapi ada pula yang sering maksiat, akhirnya husnul khotimah…jadi, prosesnya harus benar, insya Allah, segala hasil itu pasti tangan-Nya ikut campur…dan serahkan kepada-Nya…. Wa Allahu A’lam

    • alhamdulillah, bertambah ilmu tentang proses dan hasil, terima kasih atas tambahannya.. sering-sering beri kritik dan saran ya buat saya yang baru belajar.

  13. yg penting proses, karena yg dilihat Tuhan adalah proses…tapi saya juga punya keyakinan, hasil itu akan sangat dipengaruhi oleh proses…

    salam hangat.

    • memang hasil tidak akan pernah ada tanpa proses.. terimakasih masukannya..
      sering-sering beri saran dan kritik ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: