Skip to content

Ibu

31 Agustus 2010

Jika saya mendengar kata “ibu” maka, ingatan saya jadi pergi ke masa silam, masa diwaktu saya masih kecil, masa diwaktu saya sekolah, air mata ini menetes dengan sendirinya ketika terbayang ketulusan ibu dalam membimbing dan membesarkan saya. Ibu saya memang bukan orang yang sempurna, banyak kekurangan yang ada pada diri beliau, tetapi menurut saya, tidak ada satu ibupun yang bisa menggantikannya, tidak ada satu ibupun yang bisa menyamai kasih sayangnya, tidak ada satu ibupun yang menandingi ketulusan cintanya. Saya teringat ketika saya sekolah dulu, saat saya mengirim surat minta kiriman duit, maka ibulah yang pertama kali kebingungan dalam mengupayakannya, saya masih terbayang gimana beliau menangkap dan menjual ayam hanya untuk saya, saya teringat betapa tulusnya beliau membiayai saya. Sungguh ibu, hanya engkaulah satu-satunya perempuan yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Cintamu benar-benar tulus, sayangmu benar-benar dari hati yang paling dalam, kasihmu benar-benar tidak berbatas, cintamu benar-benar sepanjang masa.

Ibu, saya belum bisa bahagiain engkau, saya hanya bisa buat engkau marah dan marah. Saya masih belum bisa sepenuhnya menjadi seperti apa yan engkau mau, maafin saya ibu, maafin saya, ibu, jika engkau tahu yang sebenarnya, jika engkau tahu betapa saya sangat menyayangi dan mencintai engkau, yang saya lakukan semua ini adalah untuk membahagiakan engkau, saya belajar dan terus berusaha untuk maju apapun yang terjadi, saya tidak peduli dengan diri saya, saya tidak peduli dengan ego dan kebebasan saya, saya hanya mencoba dan berusaha menjadi seperti yang kau mau, karena saya yakin dan sangat yakin kalau semua yang engkau mau adalah untuk kebahagiaan dan kesejahteraan saya di dunia dan akhirat.

Ibu, pantaslah jika sorga ada dibawah telapak kakimu, 9 bulan lebih saya di dalam rahimmu, 5 tahun lebih saya  berada dalam gendonganmu, bahkan 10 tahun lebih saya dalam pelukanmu. Saat saya sedih, engkaulah yang pertama merasakan kesedihanku, saat saya sakit, engkaulah yang pertama kali gelisah dan kebingungan, saat saya bahagiapun engkaulah yang pertama kali mengucapkan syukur. Ibu, sungguh, kasih sayangmu tidak akan bisa dibayar dengan apapun juga, ketulusanmu tidak akan bisa ditukar dengan apapun juga. Hanya kebahagiaan sayalah tujuan hidupmu, hanya kesejahteraan sayalah yang bisa membuat engkau bahagia. Ibu….. maafin saya yang hanya bisa membuatmu marah, maafin saya yang hanya bisa membuatmu menangis, maafin saya yang hanya bisa membuatmu susah, maafin saya yang hanya bisa membuatmu bingung. Maafin saya ibu, maafin saya…. Maafin saya…..

Allah, beri petunjuk pada hamba, beri jalan pada hamba agar hamba bisa membahagiakan ibu, agar saya bisa menjadi yang terbaik buat ibu, agar saya bisa selalu melihat senyum bahagia ibu setiap saat.  Karena saya yakin Allah, kebahagiaan ibu adalah kebahagiaan-MU juga.

From → curahan hati

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: