Semoga ini semua karena-MU
Disela-sela saya mengajarpun saya masih bisa sedikit menulis, bukannya saya menelantarkan anak didik saya, saya juga sudah selesai memberikan apa yang saya bisa kepada mereka. Sekarang mereka juga lagi mengembangkan apa yang saya berikan tadi. Semoga saja semua yang saya lakukan ini adalah semata-mata karena-Mu ya Allah. Walaupun mereka “belum” muslim, mereka juga manusia yang Engkau ciptakan, mereka juga hamba-hamba-MU. Dan saya sangat yakin dengan mengajar mereka insya Allah juga akan menjadi ibadah tersendiri, selain sebagai tanggung jawab pekerjaan dan membahagiakan orang tua. saya sangat yakin jika niat saya benar-benar karena ingin mencari ridho-MU maka apa yang saya lakukan saat ini juga akan mendapat nilai ibadah tersendiri. Bukankah bersosialisasi dengan sesama manusia juga termasuk beribadah? Semua tergantung niat bukan? Semoga ini semua karena-MU ya Rabb…..
Kadang saya sangat menyayangkan dengan keadaan lingkungan tempat saya bekerja ini, Didesa yang masih jauh dari kontaminasi modernisasi ini harus mengalami krisis “religi” (jauh dari rahmat Allah) disini umat muslimya masih bisa dihitung dengan jari, bahkan tidak habis dihitung dengan jari tangan, itu juga mereka sudah terbiasa atau sudah “ngikut” dengan adat istiadat dan kebiasaan penduduk sini yang mayoritas hindu kaharingan. “arak” diminum, daging “haram” disantap, “ibadah” no way. sangat menyedihan bukan?? Ya, di desa seperti inilah saya harus menjalankan tugas saya sebagai seorang “guru”. Maka dari itu hanya karena kemurahan, kasih sayang, dan karunia Allah lah saya bisa bertahan dengan iman saya. (semoga saya bisa menjadi golongan orang-orang yang beriman, amin).
hari-hari saya di tempat kerja hanya bisa saya lewati dengan bergumul dengan anak-anak setiap hari, tak pernah terdengar indahnya suara kumandang adzan (mungkin inilah cara Allah menyadarkan saya, karena waktu saya setiap saat bisa mendengarkan suara adzan justru saya malah cuek dan tidak menghiraukan suara indah itu, saya lebih disibukkan dengan urusan dunia saya dibanding urusan ibadah). terima kasih Rabb, Engkau telah memberi pelajaran dan membuat saya berfikir untuk selalu mencari pelajaran disetiap kejadian yang saya lakukan.
Ya Allah, tempat kerja hamba adalah ENGKAU yang menentukan, lingkungan kerja yang minoritas mulimnya adalah kehendak-MU juga, perbaiki niat hamba ya Rabb. Luruskan niat hamba agar hanya karena-MU. hamba hanya mengerjakan ketetapan-MU. bimbing hamba agar tetap dijalan-MU. Berilah keikhlasan dan keridhoan kepada hamba dalam menjalani semua ini. Ya Allah.. Kepada-MU lah hamba berserah diri.
Assalamu’alaikum Azka, sungguh mulia mendapat amanah sepertimu, terutama ditempat yang kering dan haus akan siraman ruhani, namun hal ini justru menjadi ladang untuk mendulang pahala dengan melakukan banyak kebaikan disana…tetap semangat n sukses selalu…
wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih atas motuvasinya. saya minta do’anya supaya semua yang saya lakukan adalah benar-benar sebagai ladang untuk mendulang pahala…
Salam kenal Azka.
Anda memang insan guru yang tabah dan berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan yang tidak semua orang mampu mempertahankan imannya jika tidak punya kekuatan. Semoga apa yang anda lakukan, mendapat redha Allah. Insan sangat kagum dengan insan guru yang mendidik manusia jauh dari kesenangan kota. Mereka punya jati diri yang tinggi dalam menimbulkan keinginan belajar pelajarnya.
Terima kasih Cikgu. Salam keindahan dari Indahkasihku.
salam kenal juga.. terima kasih atas do’a dan motivasinya. semoga Allah selalu membimbing kita semua amin…
terima kasih sudah mampir, dan salam persahabatan
salam kenal pertama sekali
maaf baru sempat mampir sekarang
saya jarang ngeblog soalnya
kagum pada kegigihan mbak azka (saya panggil mbak aja ya)
semoga Allah selalu memberi kekuatan untuk seorang pejuang pendidikan seperti mbak azka.
amin ya rabbal alamin.. terima kasih atas dukungan dan doanya.
seneng ketemu sama2 guru
pake mbak aja ya, biar lebih santai….
maaf, emangnya ngajar di daerah mana?
……………………………………………………………….
sy bisa merasakan beratnya berda’wah di daerah itu
pesan sy berlahan tapi pasti, pake cara sentuhan hati aja ngajar dan da’wahnya, dijaga kesucian sunnahnya, perbanyak ces ilmu agamanya dari buku apa ta’lim. hadirkan tiap keluh dalam do’a
……………………
wah kok jadi ngajari orang pinter yach …. maffff … sekedar saling mengingatkan
…………………………………
semoga Allah memberi kemudahan. saling mendo’akan yach. Amiin
makasih banyak ya… saya benar-benar butuh cesan ilmu agama, kasih saran donk buku-buku yang mudah diresapi dan mudah didapat..
kayaknya yang omen pada tua2 semua bro….
tua ataupun muda ga adi masalah, yang penting ilmunya yang kita ambil dan pelajari
Assalamu’alaikum….
maaf baru sempat mampir, apa kabar?
linknya sudah nempel loh, makasih yah
wa’alaikumsalam, alhhamdulillah kabar baik… makasih ya dah mampir
semua yangdilakukan karena tuhan pasti banyak berkahnya….,
amin.. ya rabbal alamin… makasih…… semoga semua bisa berkah
yakinlah, ini yang terbaik…
bukan yang kita inginkan yang akan datng menyapa, namun yang kita butuhkan lah yang akan kita dapatkan…
yupz… benar sekali.. setiap ketetapan dari Allah pasti yang terbaik buat kita. thanks..
semoga si teteh diberi kelancaran yah buat ngejalanin tugasnya
aamiinnn ya Rabb…….. makasih ya….
assalamu ‘alaikum
Mendengar cerita yang ada, saya jadi ngebayangkan apabila saya yang disana.
Mba sangat tegar, saya jadi iri.. karena tidak semua orang dapat mempertahankan imannya dilingkungan yang cenderung jauh dari keimanan..
dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl 125 kalo ndak salah, Allah swt menjelaskan
“serulah kepada jalan Allah dengan cara hikmah,dan mau’idzatil khasanah, dan bantahlah mereka dg cara yang baik dst..
wa’alaikumsalam, iri ya maz?? tukeran nasib sebentar yuk? hehe…. do’akan aza maz supaya Allah tetap selalu melindungi dan mendukung saya. karena tanpaNya diri ini bukan siapa-siapa. makasih ya dah mampir